Jawaban 2 mempertanyakan: Seorang perempuan dengan berambut keriting kulit putih heterozigot dikawinkan dengan pria rambut lurus kulit hitam, rambut keriting dominan terhadap lurus dan hitam dominan terhadap putih. Pertanyaan tentukanlah:
a. F1
b. F2, jika disilangkan dengan pria/perempuan rambut keriting kulit hitam
Padamanusia, rambut keriting dominan terhadap rambut lurus. Seorang wanita berambut keriting menikah dengan pria berambut keriting, ternyata ada anaknya - 1058 rizalmahfud1126 rizalmahfud1126
ciritubuh yang ada pada tubuh manusia yang diwariskan. 9 Bentuk rambut Lurus, bergelombang/ ikal, keriting 10 Kemampuan menyatukan lidah (membentuk huruf O) Bisa, tidak bisa menutupi karakter yang lain disebut sifat dominan. Karakteristik yang kalah (dalam fenomena ini karakter cuping melekat) disebut sifat resesif.
4Bmenyerupai huruf Z, alias zig-zag dan kepadatannya melebihi tipe 4A. 4C lebih rapuh, mudah kusut, dan sangat kering. Jenis rambut sebenarnya ada banyak. Tidak sebatas lurus dan keriting saja. Jika Anda merasa ragu perawatan apa yang sekiranya tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi.
BeliProduk Perawatan Rambut Hanya di Blibli. ️ 15 hari retur Dapatkan Diskon 2% untuk pembelian catok mikata m677 catok rambut dua fungsi lurus dan keriting. Kesehatan & Kecantikan
cara memperkenalkan diri di grup wa islami. Batang rambut yang berbentuk bundar, misalnya, memungkinkan ikatan disulfida zat penyatu rambut lebih sedikit, sehingga menghasilkan rambut yang lurus. Keturunan Selain batang rambut, jenis dan struktur rambut dapat berasal dari faktor keturunan. Jika orang tua Anda memiliki rambut keriting, Anda tak bisa mengubahnya. Meski pelurus rambut atau bahan kimia lain bisa membuat rambut lurus, hal ini tidaklah permanen. Pasalnya, DNA rambut Anda tetaplah ikal. Lingkungan Tahukah Anda bahwa lingkungan ternyata juga bisa berdampak terhadap tekstur rambut? Begini, tingkat kelembapan lingkungan bisa menyebabkan rambut tampak kusut atau keriting. Sementara itu, musim dingin dapat membuat rambut kering. Seiring bertambahnya usia, tekstur dan warna rambut akan berubah menjadi abu-abu, lebih tipis, lebih kasar, atau lebih kering. Kelenjar minyak pada kulit kepala akan menyusut sesuai usia Anda. Selain itu, cara merawat dan menata rambut dapat mengubah teksturnya, seperti mewarnai rambut, menata rambut dengan alat seperti hair dryer atau catokan, atau melakukan bleaching. Faktor-faktor tersebut yang membuatmu membutuhkan supplement conditioner untuk perawatan rambut rusak yang berkualitas, kaya nutrisi, dan tepat. Ragam jenis rambut Seperti yang dilansir dari laman Healthline, terdapat seorang ahli penata rambut bernama Andre Walker yang membagi jenis rambut menjadi beberapa kategori. Kategori ini tidak lepas dari tekstur rambut yang biasa dikenal orang-orang, yaitu lurus, bergelombang, ikal, dan coily hair atau rambut kribo. Keempat kategori ini dibagi lagi menjadi beberapa subkategori berdasarkan tekstur dari setiap helaian rambut. 1. Rambut lurus Orang yang berambut lurus tidak mempunyai pola rambut yang ikal dari bentuk batangnya. Ketebalan rambut pada mereka yang berambut lurus juga berbeda-beda pada tiap orangnya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal ini bisa ditentukan dari faktor genetik dan bentuk batang rambut seseorang. Selain itu, orang yang memiliki jenis rambut seperti ini berpotensi mempunyai rambut yang berminyak. Hal tersebut dikarenakan kelenjar minyak tersebar secara merata dari akar ke ujung tanpa adanya gelombang atau ikal yang menghalangi. 2. Rambut bergelombang Sumber Essie Button Rambut bergelombang yaitu jenis rambut antara lurus dengan ikal. Maksudnya, rambut akan terlihat tidak terlalu lurus, tetapi juga tidak terlalu keriting. Tekstur rambut yang satu ini memiliki tiga kategori yang dijabarkan sebagai berikut. 1. Rambut bergelombang yang masih memiliki pola rambut lurus Bagi Anda yang mempunyai rambut tipe gelombang A biasanya teksturnya lebih lembut, tetapi rambutnya mudah kusut. Dari akar sampai mata, pola rambut Anda akan terlihat lurus. Akan tetapi, ketika dari daerah mata hingga ke ujung rambut, gelombang tersebut mulai terlihat meskipun tidak terlalu tegas. 2. Rambut bergelombang yang lebih tegas Dibandingkan dengan rambut bergelombang model A, tipe rambut B memiliki pola ikal yang berbentuk huruf S’ lebih jelas. Selain itu, rambut tipe ini lebih mudah untuk menjadi keriting dan sulit untuk diatur. 3. Rambut bergelombang yang lebih tebal Pernahkah Anda berada di tempat yang sangat lembap dan rambut tiba-tiba berubah bentuk menjadi sangat keriting? Jika iya, artinya Anda mempunyai rambut bergelombang tipe C. Biasanya, orang yang mempunyai jenis rambut seperti ini akan terlihat pola ikalnya dari hampir dekat dengan puncak kepala hingga ujung rambut. Rambutnya pun lebih tebal, tetapi sangat sensitif terhadap cuaca lembap yang bisa membuatnya menjadi keriting. 3. Rambut ikal Sumber SBS Pada beberapa orang memiliki rambut ikal keriting mungkin jadi tantangan tersendiri. Ada yang menganggap bahwa rambut ikal sulit dirawat dan membutuhkan produk khusus. Tipe rambut ikal dipecah kembali menjadi dua bagian di bawah ini. 1. Rambut ikal dengan pola yang lebar Rambut ikal tipe 3A cenderung memiliki pola ikal yang lebih lebar dibandingkan tipe yang satunya. Selain itu, jarak antara beberapa helai rambut dengan helai lainnya jauh lebih longgar. Akibatnya, rambut mudah kusut ketika disisir. 2. Mempunyai tekstur yang lebih padat dan bergelombang Jika rambut ikal tipe 3A jaraknya lebih longgar, rambut ikal tipe 3B memiliki tekstur yang lebih padat dan bergelombang. Hal tersebut dikarenakan pola ikal muncul dari akar dan lebih tebal. Supaya Anda bisa mempertahankan keindahan rambut jenis yang satu ini, mungkin Anda perlu menjaga kelembapan rambut agar tidak terlihat kasar. 4. Rambut kribo Sumber L’Oreal Paris Coily hair atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai rambut kribo adalah rambut yang memiliki pola ikal yang lebih padat dibandingkan rambut keriting atau ikal. Selain itu, rambut kribo atau tipe 4 ini cenderung terasa kasar ketika disentuh dan memiliki tingkat kelembapan yang rendah, alias kering. Jenis rambut yang satu ini kemudian dibagi menjadi tiga macam. 4A berbentuk S, lebih pendek, tapi padat. 4B menyerupai huruf Z, alias zig-zag dan kepadatannya melebihi tipe 4A. 4C lebih rapuh, mudah kusut, dan sangat kering. Jenis rambut sebenarnya ada banyak. Tidak sebatas lurus dan keriting saja. Jika Anda merasa ragu perawatan apa yang sekiranya tepat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit atau ahli dermatologi.
Bertahun- tahun selalu punya rambut lurus, tapi tiba-tiba berubah jadi ikal atau keriting sebagian? Banyak wanita yang menemui perubahan ini tanpa mengetahui penyebab rambut keriting sebagian. Memang sih ada yang malah jatuh cinta dengan tampilan rambut baru, tapi masalah muncul jika keriting muncul secara tidak merata dan membuat jadi kurang pede. Supaya ga salah kaprah dan tau cara mengatasinya, yuk pahami dulu penyebab rambut keriting sebagian berikut! Ciri-Ciri Rambut Keriting Sebagian Rambut keriting tentunya bukan hal yang buruk, malah banyak yang sengaja menghabiskan waktu dan uang untuk mengubah rambut lurus jadi lebih bergelombang. Namun bagaimana dengan yang terjadi secara sendirinya dan malah tidak rata? Berikut ciri-ciri rambut keriting sebagian yang mungkin dialami para wanita Rambut keriting di bagian akar dan tumbuh lurus ke bawah. Rambut lurus di bagian akar dan tumbuh keriting ke bawah. Rambut keriting sebagian dan secara tidak merata. Kondisi rambut yang saling tidak rata ini bisa saja membuat penampilan terasa lebih kurang ideal, terutama jika kalian mendambakan kondisi rambut yang teratur dan mudah ditata. Selain lebih sulit ditata, para wanita juga jadi lebih sulit meminta model atau style rambut tertentu saat ingin memotong rambut. Untuk mengatasinya, sebaiknya mengetahui penyebab rambut keriting sebagian supaya tahu cara yang tepat menangani tatanan rambut. Yuk jangan buru-buru melakukan treatment drastis yang bisa merusak kesehatan rambut. Cek dulu penyebab rambut keriting sebagian selanjutnya. Penyebab Rambut Keriting Sebagian Pertanyaan apa penyebab rambut keriting sebagian sampai kini masih terus diteliti secara ilmiah. Belum ada konklusi pasti atas penyebab rambut keriting sebagian, walaupun ada beberapa faktor umum yang bisa menjelaskan, yaitu Rambut kering & kurang lembap Jika kondisi rambut terlalu kering atau kurang lembap, maka ini artinya minyak alami rambut yang dihasilkan pada kulit kepala juga sangat sedikit jumlahnya. Akibatnya, minyak alami rambut tidak bisa menutrisi hingga ke setiap helainya dan menjadi penyebab rambut keriting sebagian. Rambut kering & kurang lembap juga bisa dipicu akibat perubahan cuaca, misalnya pada kondisi cuaca dingin yang kurang kelembapan. Akibatnya kadar air dari rambut menjadi turut berkurang dan menjadi penyebab rambut kering sebagian. Oleh sebab itu, masalah hidrasi dan minyak rambut alami sangat penting untuk menjaga agar kondisi rambut tetap lurus ternutrisi sempurna. Jika kedua syarat tersebut dipenuhi dengan baik, maka kondisi rambut bisa menjadi lembut sempurna dan lurus berkilau alami. Terlalu sering terpapar panas suhu tinggi Berbicara soal rambut, memang tidak jauh-jauh dari yang namanya styling tools atau alat penata rambut. Mulai dari alat pengering rambut, catokan atau pembuat keriting semua sudah sering diakses wanita sebagai alat kebutuhan sehari-hari. Namun perlu diingat, terlalu sering menggunakan styling tools sangat berpotensi menyebabkan kondisi rambut yang kering dan rusak. Kondisi ini akan semakin intens jiak diperparah dengan penggunaan styling tools ala salon profesional dan menjadi penyebab rambut keriting sebagian atau seluruhnya. Heat damage atau kerusakan akibat suhu tinggi bisa terjadi ketika panas melubangi lapisan pelindung rambut. Selain itu, suhu tinggi juga secara langsung menyerap seluruh kadar air pada helai rambut. Sedangkan agar rambut senantiasa halus lembut pastinya membutuhkan kondisi kelembapan yang berimbang. Akibat penggunaan perawatan berbahan kimia keras Bukan rahasia lagi jika penggunaan produk dengan bahan kimia bisa berakibat buruk bagi tubuh. Termasuk bagi rambut, perawatan berbahan kimia seperti mewarnai atau mengubah tekstur rambut meluruskan, mengeriting dll bisa berefek mengeringkan rambut dan jadi penyebab rambut keriting sebagian secara jangka panjang. Bukan hanya perawatan berbahan kimia keras di salon, sangat penting bagi setiap wanita untuk mempelajari bahan-bahan kimia yang terdapat pada perawatan sehari-hari juga. Produk seperti sampo dan kondisioner, serta perawatan tambahan seperti tonik rambut, masker dan sejenisnya juga butuh diperhatikan agar tidak jadi penyebab rambut keriting sebagian dari pemakaian rutin jangka panjang. Kurangnya perawatan rambut yang tepat Secara umum, penyebab rambut keriting sebagian memang tidak bisa terpisah dari rutinitas perawatan rambut yang tepat. Mulai dari kebiasaan menangani rambut, memilih produk yang tepat, hingga melindungi rambut dari paparan polusi dan sinar UV menjadi hal yang menjaga kondisi kesehatan rambut. Para wanita yang lebih sering menjaga kondisi rambut seperti rutin memotong pada waktunya, menghindari mencuci rambut dengan air panas, sering melakukan deep conditioning, masker rambut dan sebagainya memiliki risiko perubahan rambut yang tidak diinginkan. Jika ingin menghindari penyebab rambut keriting sebagian, pastikan sudah melakukan perawatan rambut yang tepat sehari-harinya. Faktor genetik Faktor genetik memegang peran penting di balik penyebab rambut keriting sebagian. Secara spesifik, genetik menentukan bentuk dari folikel rambut sehingga hasilnya bisa berbeda-beda dari satu orang ke orang lain. Setiap helai rambut manusia terbentuk dari protein yang disebut kreatin yang terdiri dari asam amino. Tergantung dari komposisi asam amino ini, rambut bisa tumbuh lurus, ikal, keriting biasa atau keriting padat. Jika bentuk folikel rambut tebal dan bulat, maka sebagian asam amino tersebut akan berjarak lebih jauh sehingga rambut yang tumbuh juga jadi lebih lurus. Sebaliknya jika folikel rambut rata dan tipis, maka komposisinya jadi lebih cenderung saling mengikat dan rambut yang tumbuh akan menjadi keriting. Penyebab rambut keriting sebagian atau seluruhnya akibat genetik termasuk hal yang bersifat lahiriah. Jika gen keriting lebih dominan, maka rambut otomatis akan lebih cenderung keriting dan juga sebaliknya. Menariknya lagi, faktor genetik ini juga bisa terjadi melewati usia anak-anak dimana sebelumnya gen ini tidak aktif dan baru berubah saat menuju remaja atau dewasa. Faktor hormonal Dalam tubuh wanita sepanjang hidupnya, banyak terjadi perubahan secara hormonal yang tidak dihindari. Sebut saja pubertas, kehamilan, menopause dan faktor lain yang bisa merubah kondisi tubuh, misalnya perubahan tekstur kulit, naik turunnya berat badan, dan termasuk juga menjadi penyebab rambut keriting sebagian. Beberapa hormon yang berkaitan dengan penyebab rambut keriting sebagian antara lain Thyroxine & Triiodothyronine Kedua hormon ini diproduksi oleh kelenjar tiroid tubuh dan secara klinis berhubungan dengan hal-hal seperti tekstur rambut dan perubahan volume rambut. Jika ada gangguan pada kelenjar tiroid, maka tubuh akan kekurangan kedua hormon tersebut dan menyebabkan rambut jadi kering dan mudah patah. Sedangkan kelebihan kedua hormon tiroid ini akan menyebabkan rambut menjadi tipis, berminyak dan mudah patah. Androgen Androgen merupakan hormon seks pada pria dan bertanggungjawab atas karakteristik maskulin pada seseorang. Meski demikian, hormon androgen terdapat juga pada jenis kelamin wanita dan bisa berubah di masa pubertas. Akibatnya hormon ini juga berpengaruh pada kondisi rambut seseorang, dimana folikel rambut berubah dari rata menjadi bulat dan akibatnya menjadi penyebab rambut keriting sebagian. Insulin Hormon yang bertanggungjawab atas kadar gula, namun juga telah dibuktikan secara klinis berkaitan dengan masalah perubahan pada rambut - termasuk alopecia atau kebotakan dini secara mendadak. 4 Tips Mengatasi Rambut Yang Keriting Sebagian
- Gracia Indri, 27 tahun, lahir dengan rambut keriting dan ia menganggap rambutnya sebagai kutukan. “Waktu aku kecil, Mama selalu bilang, Kamu jangan keluar rumah ya kalau rambutnya belum diiket’,” kata Grace. Kalimat itu terus diulang sampai-sampai membuat Grace beranggapan rambutnya buruk. Ia pun merasa tidak percaya diri dengan penampilannya. Ketika inovasi rebonding hadir di salon-salon di Jakarta pada awal 2000an, Ibunya menyarankan Grace meluruskan rambut. Grace menuruti saran tersebut. Namun, tekstur rambut keriting yang kuat tidak bisa membuat rambut Grace benar-benar lurus. Hal itu bikin Grace semakin yakin bahwa rambutnya memang layak disembunyikan. Di rumah, bukan hanya Ibu yang berusaha agar Grace tampil dengan gaya rambut lebih “rapi”. “Kalau lagi mau ke gereja, Papa selalu bilang suruh rapiin rambut. Padahal rambut ini juga aku dapat dari dia.” Selama melalui pendidikan dasar hingga menengah, Grace bilang tak ada satupun teman di sekolah yang mengetahui tekstur rambut aslinya. Ia takut membayangkan ledekan dari teman-teman bila mereka melihat rambut keritingnya. “Anak-anak kecil omongannya suka judgmental. Terus ya aku jadi terlalu pintar menyembunyikan rambut keritingku.” Saat produk alat pencatok rambut masuk ke Indonesia, Grace merasa menemukan juru selamat. “Sehari tiga kali nyatok. Bahkan ke gunung pun aku bawa walau aku tahu di sana gak ada listrik. Segitu attach-nya.” Perasaan malu akibat memiliki rambut keriting tidak hanya dialami Grace. Gyta, remaja usia 14 tahun yang saat ini bersekolah di salah satu SMP di Kawasan Tangerang Selatan, juga sempat mengalami perasaan serupa dengan Grace. Ia pernah menganut motto “Lebih baik botak daripada keriting.” Gyta besar di lingkungan keluarga yang menganggap rambut keriting berantakan atau tidak rapi. Ia menceritakan ulang kejadian saat dirinya masih kelas 1 SD. Ibunya mengajak Gyta pergi ke salon. Petugas salon berkomentar bahwa rambutnya rusak dan kusut. Lantas, disepakatilah solusi paling cepat yakni mencukur habis rambut hingga tidak terlihat tekstur keritingnya. Sejak itu Gyta memutuskan tidak akan pernah membiarkan rambutnya tumbuh melebihi telinga. Alasannya, ia tidak mau lagi mendengar orang lain merendahkan rambutnya. “Mereka bilang kering, ngembang, kinyis kinyis.” Setiap selesai cukur, Gyta selalu berharap rambutnya bisa tumbuh lebih lurus. “Kayak tertanam di pikiran aku kata orang-orang dulu kalau habis dicukur tuh numbuhnya bisa lurus.” Ia pun selalu kecewa saat rambut keritingnya kembali tumbuh. Sampai sekarang, ia masih saja sering mendengar perkataan, “Sering-sering disisir rambutnya biar lurus.” Tapi bagi Gyta menyisir rambut adalah waktu paling menyiksa. “Sakit banget rasanya, Kak. Aku sampai nangis-nangis. Terus kalau nyisir selalu jadi berantem sama yang nyisir.” Menurut pengalaman Gyta, selain menyakitkan, momen menyisir rambut juga memakan waktu yang cukup lama. “Orang rumah juga jadi suka kesal dan marah-marah kalau pas mau pergi liat aku belum selesai sisiran,” kisahnya. Sementara itu, Yasintha Pattiasina, musisi, menganggap ejekan terhadap rambut keriting adalah hal yang lumrah terjadi saat seseorang masih anak-anak. “Dikata-katain rambut kayak indomi, kribo, itu udah lumrah banget.” Salah satu kenangan masa sekolah adalah mengadu pada guru karena teman-teman terus meledek rambutnya yang berbentuk afro. Yasintha lahir dari kedua orangtua berambut keriting. Ia bercerita bahwa Ibunya tidak bisa menerima rambut keriting sehingga rutin meluruskan rambut. Ketika Yasintha kecil, sekitar awal 1990an, metode pelurusan rambut yang tersedia di Jakarta ialah meluruskan rambut menggunakan papan pelurus. Ia sempat mencoba metode itu karena diminta Ibu untuk meluruskan rambut. “Hasilnya rambut kayak sapu ijuk, ancur banget, rambut patah-patah, warna jadi merah.”Yasintha kemudian memutuskan memotong pendek rambutnya. “Sempet mikir, duh kenapa rambut gue mesti keriting sih?” Bila pikiran-pikiran negatif terkait rambut itu tiba, Yasintha mengesampingkannya dengan berpikir, “Andai ini beneran jelek, masa iya Tuhan ngasih gue hal jelek?” Infografik HL Indepth Rambut Keriting. Bukan Perkara Personal, Tapi Standarisasi Kecantikan Persoalan rambut, rupanya tidak bisa dilihat sebagai permasalahan personal semata karena konstruksi sosial soal standar kecantikan sangat berpengaruh pada cara pandang terhadap rambut keriting. Iman Fachruliansyah, Dosen Antropologi di Universitas Indonesia mengungkap bahwa cara pandang orang terhadap rambut keriting adalah “warisan” pemikiran zaman kolonial. Menurut Iman, orang-orang Eropa yang datang ke Indonesia menciptakan sistem strata dalam masyarakat yang menempatkan orang-orang kulit putih dan berambut lurus ada di tingkatan teratas. Tingkatan di bawahnya ditempati orang-orang yang datang dari Timur Tengah dan Asia Timur. Sementara strata paling bawah ditempati oleh orang-orang Indonesia yang berkulit lebih gelap dan berambut tidak lurus. Standar tersebut terus direproduksi hingga berpuluh-puluh tahun kemudian—bahkan sampai saat ini. Salah satunya melalui media massa dan juga produk-produk budaya populer yang bersumber dari barat. Dampak lebih jauhnya pada saat ini adalah ketersediaan produk-produk yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari termasuk produk untuk kebersihan tubuh. Menurut analisa Iman, ketersediaan produk perawatan rambut yang ada di Indonesia juga dipengaruhi oleh siapa di balik industri produk tersebut dan bagaimana pandangan mereka. “Industri sampo itu kan memang datangnya dari barat ya. Memang mayoritas rambutnya lurus kan. Jadi karena mereka punya power secara ekonomi, distribusi, produksi, secara enggak langsung itu juga mempengaruhi,” kata Iman. Iman, yang mengkhususkan studi pada antropologi biologi, menegaskan bahwa orang-orang di Indonesia memiliki jenis rambut yang beragam akibat percampuran berbagai etnis yang menempati wilayah ini sejak puluhan ribu tahun lalu. Ia mengingatkan kembali bahwa gelombang migrasi pertama di Indonesia dan juga berbagai daerah lainnya adalah orang-orang dari Afrika. Setelahnya disusul dengan gelombang migrasi dari bangsa-bangsa lain yang akhirnya mengakibatkan keragaman bentuk fisik dari orang-orang yang menempati wilayah Indonesia. Namun lagi-lagi, penciptaan sistem kelas oleh pemerintahan kolonial menciptakan pandangan soal mana yang dipandang lebih baik dari yang lain. Pendapat Iman soal bagaimana para pemilik modal bekerja terasa berhubungan dengan pendapat Heru Gunadi, penata rambut. Ia pernah bekerja sebagai edukator di sebuah perusahaan produk perawatan rambut. Heru berkata produk perawatan rambut yang diperdagangkan secara luas di pasaran—istilahnya skala retail—dibuat dari kandungan kimia yang cenderung lebih mudah diaplikasikan pada tekstur rambut yang lurus. “Rambut keriting memerlukan jenis komponen tertentu yang tingkat formulasinya lebih rumit dan tidak bisa dijual dengan harga yang sama dengan harga retail,” kata Heru. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa itu sebabnya mengapa mayoritas produk perawatan untuk rambut keriting tersedia di salon untuk kalangan kelas menengah ke atas. “Aku lihat ada tiga masalah yang terkait rambut keriting ini. Masih ada pencitraan di iklan-iklan kalau rambut bagus tuh yang lurus dan berkilau, rambut keriting memang perlu komponen khusus di produk perawatannya, edukasi hair dresser untuk menangani rambut keriting masih sangat minim.” Candra, artistic technical manager Matrix, berkata bahwa hasil survei yang dilakukan lini produk perawatan rambut tersebut menunjukkan para responden masih menganggap bahwa rambut yang baik ialah rambut panjang dan lurus. “Sampai sekarang, smoothing udah seperti kebutuhan. Pemasukan dari sana lebih banyak dibanding layanan pewarnaan rambut, gunting, blow. Di semua daerah begini,” kata Candra mengisahkan layanan yang paling popular di salon kelas menengah. Sepengamatannya, gaya rambut keriting hanya diminati untuk acara-acara tertentu. “Itu pun keritingnya kita buat. Tidak permanen dan lebih mudah ditata dibanding keriting asli. Peminatnya tetap enggak sebanyak smoothing karena harganya lebih tinggi.”Menggugat standar kecantikan Pada akhirnya, upaya-upaya untuk mempertanyakan ulang standar kecantikan dilakukan oleh individu-individu yang selama ini turut terstigmatisasi. Grace memutuskan untuk membuka usaha salon khusus rambut keriting dan membuat produk minyak dan gel rambut dengan harga yang relatif lebih rendah dibanding produk-produk perawatan rambut impor yang ada di salon. Grace bercerita, sejak memutuskan membuat konten di YouTube soal rambut keriting dan membuat produk perawatan rambut; ia mendapat begitu banyak komentar orang yang menyatakan keluhan serupa dan bahagia punya teman “senasib” yang bisa diajak berbagi. Ia tak menyangka salonnya yang berada di kawasan Jakarta Selatan bisa mendapat respons yang baik sejak awal dibuka pada beberapa tahun lalu. Banyak pula yang berkonsultasi via Instagram. Grace kerap bertemu dengan para orang tua yang mengeluhkan kondisi rambut anaknya yang keriting dan kebingungan mereka dengan cara merawat rambut. “Intinya kami mau edukasi temen-temen biar mereka lebih tahu cara merawat rambut dan bisa embrace rambut aslinya,” kata Grace. Gyta adalah salah satu orang yang sempat berkonsultasi online kepada Grace soal rambut. Sejak berkonsultasi online pada akhir 2020 lalu, ia mulai berani memanjangkan rambut dan menggunakan produk perawatan rambut yang tersedia. Sekarang, Gyta mengaku bahagia karena mengerti cara menata rambut dan bisa melihat keindahan gelombang rambutnya. Yashinta beranggapan bahwa sampai saat ini media-media masih perlu merepresentasikan berbagai bentuk fisik orang sehingga tidak lagi termakan pada satu standar tertentu. “Kalau zaman gue SMA, kuliah dulu, gue bisa nganggep diri gue normal tuh nonton orang-orang afro tampil di MTV. Dari situ gue mulai ngerasa baik-baik aja. Kalau sekarang ya liat di YouTube. Ada banyak keragaman di sana.” Sementara itu, Iman beranggapan bahwa dorongan publik yang konsisten dalam bentuk gerakan atau penciptaan tren bisa jadi mempengaruhi keputusan para pemain industri besar untuk berinovasi membuat produk perawatan rambut keriting dalam skala massal. “Saya pikir ada kemungkinan pada akhirnya si produsen ini pun pastinya mereka melihat pasarnya bagaimana. Ada yang bisa mereka setting pasar, tapi ada juga yang dipengaruhi pasar.” - Indepth Reporter Joan AureliaPenulis Joan AureliaEditor Adi Renaldi
Halodoc, Jakarta - Setiap bayi terlahir dengan membawa ciri khas dan karakteristik masing-masing. Pun halnya dalam hal jenis rambut. Ada yang terlahir dengan rambut lurus, ikal, dan juga keriting. Bervariasinya jenis rambut tersebut biasanya sudah terlihat sejak masih bayi. Lalu, faktor apa saja sih yang memengaruhi jenis rambut seseorang? Sejak dalam kandungan, rambut pada bayi sebenarnya sudah mulai tumbuh. Akar rambut biasanya terbentuk sejak janin berusia 8 minggu, dan terus berkembang hingga lahir. Rambut bayi ketika baru lahir ini dinamakan velus. Namun, rambut ini bukanlah rambut tetap, karena akan rontok dengan sendirinya dalam rentang waktu beberapa bulan setelah lahir, dan akan digantikan dengan rambut tetap. Tumbuhnya rambut bayi pun begitu bervariasi, ada yang begitu lahir tumbuh dengan lebat, ada yang tipis dan nyaris botak. Jenis rambutnya pun berbeda-beda, ada yang lurus, ada yang agak ikal, dan ada juga yang keriting. Bicara tentang jenis rambut, 3 faktor inilah penentunya 1. Gen Faktor genetik merupakan faktor utama yang memengaruhi ciri fisik seorang anak. Pun halnya dalam hal jenis rambut. Seorang anak biasanya akan memiliki rambut ikal, jika kedua orangtuanya juga memiliki rambut ikal, dan sebaliknya jika orangtua memiliki rambut yang lurus, maka hampir tidak mungkin anak yang terlahir dari keduanya memiliki rambut yang keriting. Hal ini pun telah dibuktikan melalui berbagai penelitian. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh para peneliti dari University College London. Mereka mencoba mengidentifikasi penyebab berbagai perbedaan jenis rambut manusia. Mulai dari mengapa seseorang bisa berambut keriting, lurus, dan ikal, serta mengapa warna dan ketebalan rambut orang bisa berbeda-beda. Dalam penelitiannya itu, sekitar orang dari berbagai suku dan ras dari Amerika Selatan dilibatkan sebagai objek penelitian, untuk mengidentifikasi gen apa yang memengaruhi jenis, warna, dan ketebalan rambut seseorang. Setelah meneliti berbagai jenis rambut tersebut, tim peneliti menemukan berbagai gen yang ternyata dapat mempengaruhi bentuk rambut di tubuh seseorang. Gen bernama IRF4, adalah yang mempengaruhi munculnya uban serta warna rambut. peneliti menyatakan bahwa gen ini membantu mengatur produksi dan penyimpanan melanin di tubuh, yang merupakan pigmen yang mempengaruhi warna rambut, kulit maupun warna mata. Selain gen tersebut, peneliti juga menemukan gen yang dinamakan PRSS53, yang dapat mempengaruhi keriting atau lurusnya rambut; EDAR, yang mempengaruhi ketebalan jenggot; FOXL2, mempengaruhi ketebalan alis; serta PAX3 yang menyebabkan seseorang memiliki alis yang menggandeng. 2. Penampang Rambut Jenis rambut seseorang juga dipengaruhi oleh bentuk spasial rambut, yang juga bergantung pada penampang melintang dan cara pertumbuhannya. Penampang rambut adalah pola berbentuk elips atau melingkar, yang mempengaruhi arah tumbuh dan jarak antara tiap helai rambut. Setiap orang memiliki penampang rambut yang berbeda, sehingga mempengaruhi bentuk rambut seseorang. Penampang rambut seseorang, sangat erat kaitannya dengan ras. Rambut orang Asia cenderung lebih lurus karena bentuk penampang rambutnya hampir bulat dan cenderung rata. Sementara itu, rambut orang Afrika tersusun dari penampang rambut yang agak gepeng dan lebih halus sehingga membentuk rambut keriting yang ringletnya bisa membentuk lingkaran ketat dengan diameter hanya beberapa milimeter. Berbeda lagi dengan rambut orang Kaukasia. Rambut Kaukasia jauh lebih bervariasi dan karena penampang rambutnya membentuk elips yang kurang menonjol maka rambut mereka dapat sangat beragam, mulai dari lurus, agak bergelombang, atau bahkan keriting. 3. Faktor Geografis Manusia itu berevolusi. Sama halnya dengan warna kulit, jenis rambut setiap orang juga dipengaruhi oleh faktor geografis atau lingkungan di mana ia tinggal, lalu keadaan lingkungannya akan membentuk bagaimana rupa rambut tersebut. Ketika dia melanjutkan keturunan, bentuk rambut seperti itulah yang akan muncul di keturunannya. Contohnya, rambut lurus sangat jarang ada di Afrika, serta bermacam-macam warna rambut bisa kita temukan di dunia barat. Itulah beberapa hal yang memengaruhi jenis rambut seseorang. Jika kamu memiliki masalah seputar rambut dan membutuhkan diskusi dengan ahlinya, jangan ragu untuk menggunakan fitur contact doctor pada aplikasi Halodoc, yang bisa dilakukan lewat Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat secara online, kapan saja dan di mana saja, hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Google Play Store. Baca juga 6 Tips Merawat Rambut Keriting Lakukan 4 Cara Ini untuk Merawat Rambut yang Kering 5 Tips Merawat Rambut Tipis
Jakarta - Rambut merupakan bagian tubuh yang paling sering dilihat dari seseorang, maka tak heran jika rambut juga disebut sebagai “mahkota” manusia, entah rambut lurus, pendek, ikal, hingga keriting. Beberapa orang memiliki tipe rambut yang berbeda satu sama lain, dan membutuhkan perawatan yang juga berbeda. Tentang Rambut dan Tipe-tipenyaMenurut laman National Center for Biotechnology Information atau NCBI, rambut merupakan komponen dari sistem integumen dan memanjang ke bawah ke lapisan dermal di mana ia berada di folikel rambut. Kehadiran rambut sekaligus menjadi pembeda utama mamalia sebagai kelas organisme yang unik. Pada manusia, rambut adalah indikator kesehatan, kemudaan, dan bahkan bagian yang diperhatikan dan sangat terlihat. Ini memiliki fungsi sensorik, melindungi dari radiasi dingin dan UV, dan dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan ketika pertumbuhan atau strukturnya terganggu. Pada tingkat mikroskopis, variasi panjang, warna, diameter, dan bentuk penampang setiap rambut menciptakan profil karakteristik yang terlihat di seluruh kelompok etnis dan di antara individu. Mengutip dari ada banyak jenis rambut yang dimiliki manusia, termasuk lurus, keriting, dan bergelombang. Jenis rambut biasanya mengacu pada bentuk rambut seseorang. Rambut bisa lurus, bergelombang, ataupun keriting. Menurut salah satu artikel dari National Library of Medicine yang terbit pada 2020, rambut terdiri dari dua struktur, yaitu helaian rambut atau batang rambut, dan folikel rambut. Batang rambut terdiri dari lapisan yang berbeda, termasuk korteks, sel-sel di sekitarnya, dan pada rambut yang lebih tebal, medula pusat. Sebuah studi yang dilakukan pada 2017 mencatat bahwa bentuk folikel rambut menentukan bentuk rambut seseorang. Misalnya, folikel rambut untuk rambut keriting berbentuk S. Disamping itu, faktor genetik berperan dalam menentukan bentuk folikel rambut seseorang. Bentuk rambut mengacu pada tingkat kelengkungan rambut seseorang. Sebuah artikel mencatat bahwa peneliti yang berbeda telah menggunakan sistem kategorisasi bentuk rambut yang berbeda dalam penelitian mereka tentang rambut. Misalnya, beberapa telah menggunakan label penggunaan seperti stick straight tegak lurus, straight lurus, wavy bergelombang, big curls ikal besar, dan small curls ikal kecil. Namun bagi seorang hairstylist atau penata rambut, mereka umumnya membagi rambut menjadi beberapa kategori seperti 1. Lurus 2. Bergelombang3. Keriting, dan 4. Coily Cara Merawat Rambut Berdasarkan TipenyaMasih menurut Medical News Today, berikut sejumlah perawatan rambut yang dapat dilakukan untuk jenis rambut yang berbeda-beda 1. Rambut lurus Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa rambut lurus membawa sebum lebih mudah daripada rambut keriting. Sebum adalah zat berminyak dan berlilin yang dihasilkan oleh kulit seseorang. Ini berarti bahwa orang dengan rambut lurus lebih cenderung memiliki rambut berminyak dibandingkan dengan rambut keriting. Untuk alasan ini, orang dengan rambut lurus mungkin ingin menghindari penggunaan produk rambut tertentu secara berlebihan, termasuka. Produk rambut apa pun yang diberi label untuk rambut keringb. Minyak, seperti minyak zaitun, kelapa, dan jojobac. Produk penataan rambut berbahan dasar minyakd. Produk sisa 2. Rambut keriting Menyikat rambut secara berlebihan dapat merusak definisi keriting. Oleh karena itu, orang dengan rambut keriting mungkin perlu bereksperimen untuk menemukan jumlah penyikatan yang tepat untuk tips perawatan lain untuk rambut keriting... 12 Selanjutnya
pada manusia rambut keriting dominan terhadap rambut lurus