Jikabukan, aku yang dengan siap dan tangguh mundur seribu langkah darimu. Ini bukan spekulasi buatku, ini Ultimatum untukmu. Satu pesanku bila kamu membaca tulisanku ini,,,,,ingatlah sayang kalimatku ketika pertama kali aku menerima cintamu: "Lelah boleh, Berhenti sebentar boleh, Tapi kita jangan pernah menyerah!" Aku masih setia menunggumu.
Mundurselangkah untuk maju seribu langkah, Kota Padang (Padang). 91 likes. disini membahas tentang apa yang harus dilakukan untuk kedepan !! tidak ada cerita untuk putus asa, tetap optimis , tidak
Diatelah melakukan banyak hal untuk kita dalam beberapa tahun terakhir, jadi tentu saja kita akan menyambutnya kembali dengan tangan terbuka ketika dia kembali," sambungnya. Ranocchia adalah mantan kapten dari Inter. Namanya menghilang sejak awal musim ini sampai akhir 2018 dan kembali lagi di 2019.
Danagar kita kembali termotivasi untuk kembali bergerak, yakinilah bahwa apapun yang terjadi pada diri kita oleh jadi tidak kita inginkan tapi itulah yang kita butuhkan. Jadi, ketika tidak mood atau mager, mundurlah satu langkah untuk maju beribu langkah.
Langkahmundur selangkah dan memutar bukan pula lari dari kenyataan. Tapi sebagai penemuan cara baru bahwa kita sangat mampu untuk terus maju. Maju melewati hambatan. Maju untuk sampai ke tujuan. Langkah hidup adalah langkah perjuangan. Butuh kerja keras dan pengorbanan. Strategi langkah mundur dan memutar bukanlah wujud kekalahan.
cara memperkenalkan diri di grup wa islami. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bagaimana mau maju, Jika hidup selalu dihantui rasa tidak percaya diri. Kemampuan ada, Potensi tidak kurang, Waktu pun longgar. Namun, Semua itu sirna karna kurang nya ke PD an. Di pupuk wejangan, tidak mempan. Disiram motivasi, berkata itu suatu hal yang membuat menurutmu semua itu instan ?Mau makan mie instan aja masih perlu rebusan. Apa menurutmu orang sukses itu tidak pernah mengalami kegagalan. Jangan salah, mereka pernah gagal, tapi cara mereka bangkit yang membuat kegagalan itu tidak 1 langkah, Mundur 1000 langkah. Prinsip macam apa yang kamu Kamu tidak akan merasakan manisnya seteguk tiramisu sebelum tidak akan merasakan kesusksesan sebelum bangkit dari kegagalan yang berjuang Lihat Puisi Selengkapnya
Trainer Muda Kuningan / Trainer Senior Al-Multazam Connector Amco / Mahasiswa Semester 3 Magister Manajemen Universitas Kuningan/ Pengasuh Asrama Ponpes Terpadu Al-Multazam Kuningan - Apakah Anda pernah merasa malas untuk melakukan sesuatu? Tidak ada semangat. Kalau bahasa anak milenial itu MaGer Malas Gerak. Pengennya tiduran, main game, atau hanya sekedar buka-buka chat orang lain di whatsapp grup WAG atau Facebook. Waktu yang berharga seolah-olah tidak ada nilainya karena terbuang percuma hanya untuk melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya baik pada waktu itu atau untuk masa depan. Jika melihat istilah orang barat, ātime is moneyā yang berarti waktu adalah uang, tapi menurut saya istilah tersebut kurang tepat karena waktu tidak bisa dibeli dengan uang, sekaya apapun kita, tetap tidak bisa membeli waktu yang sudah berlalu meskipun sedetik. Menurut saya, istilah yang lebih tepat terkait waktu adalah, ātime is lifeā yang berarti waktu adalah hidup, kenapa? Karena waktu yang kita gunakan akan menentukan kualitas kehidupan kita. Jika waktu yang kita gunakan untuk hal-hal yang baik, maka waktu yang sudah kita gunakan akan berubah menjadi kehidupan yang baik. Begitupun sebaliknya. Jadi, jika kita merasa sedang dalam posisi tidak nyaman, mager, males, atau apapun namanya, maka segera ambil sikap agar waktu kita tetap bisa dimanfaatkan meskipun dalam kondisi tidak mood. Apa ada kegiatan yang bisa dilakukan dalam kondisi tidak mood? Ada, yaitu kita berhenti dari aktivitas rutin sejenak untuk kembali melihat target yang belum tercapai, mengintrospeksi dan mengevaluasi diri, serta merencanakan kembali kegiatan yang belum sempat terlaksanakan. Dan agar kita kembali termotivasi untuk kembali bergerak, yakinilah bahwa apapun yang terjadi pada diri kita oleh jadi tidak kita inginkan tapi itulah yang kita butuhkan. Jadi, ketika tidak mood atau mager, mundurlah satu langkah untuk maju beribu langkahā¦.
Sebelum kalian membaca postingan saya berikut ini, ada baiknya kalian membacanya sembari mendengarkan lagu Wonderland yang digubah oleh komposer ternama Tonic Huljic. Aransemen simple tapi sarat dengan melodi dan harmonisasi penstimulasi semangat. Keren deh, coba dulu kalian search di Google dan dengarkan. Saya kadang mendengarkan ini sebagai suplemen ketika diri saya defisit terhadap yang namanya semangat. Oke, siang ini saya akan bercerita singkat tentang bagaimana kamu harus mundur untuk maju seribu langkah, cerita dimana hari ini sebenarnya saya kurang bersemangat juga sehingga saya pun turut bertanggung jawab agar saya kembali bersemangat menjalani hari. Pernahkan teman-teman melihat acara Olimpiade, atau Asean Games, atau Sea Games, atau minimal acara kelurahanlah yang menyelenggarakan lomba lompat jauh? Kadang-kadang ketika menonton siaran itu kita dibuat geleng-geleng kepala oleh bagaimana caranya seorang manusia bisa meloncat dari garis start 0 dan mendaratkan kakinya di kejauhan 12 bahkan 16 meter. Rasanya susah kan? Saya kalau disuruh melakukan demikian pasti tidak akan sanggup walaupun dulu pernah juga sukses melakukan lompat jauh dan memecahkan rekor tingkat kecamatan ketika dikejar oleh anjing tetangga dan sukses meloncati siring yang lebarnya 3-4 meter lebih. Oke, itu cuma intermezzo zaman Jahilliyah. Nah sekarang kembali ke topik awal. Bagaimana ya caranya ya seorang atlit lompat jauh mampu melakukan hal luar biasa tersebut? Coba tebak sebelum saya memberikan jawabannya. Ya, ternyata jawabannya sederhana dan bisa diterima dengan logika. Mereka sebelum melakukan lompatan itu ternyata berjalan jauh ke belakang arena lompatan yang diisi pasir dan berlari sekuat mungkin sehingga mendapatkan kecepatan yang diinginkan dan cukup untu mendorong tubuh si atlit untuk dapat melompat sejauh mungkin dari garis awal 0 meter. Ya, rahasianya satu mereka memilih mundur terlebih dulu untuk mendapatkan hasil akhir berupa lompatan sejauh belasan meter. Dan teman-teman bisa lihat sendiri hasilnya ketika perlombaan itu dilangsungkan. Aplikasi dalam Hidup Ya, mundur. Banyak orang yang berpikir bahwa hanya seorang pengecut yang memilih mundur ketimbang terus maju melangkah. Banyak persepsi aneh tentang bagaimana mengambil tindakan mundur itu adalah sesuatu yang salah besar. Padahal, mundur kadang menjadi alternatif paling tepat ketika melangkah maju bisa menyebabkan kegagalan untukmu. Saya teringat sebuah buku yang beberapa lama ini saya baca, buku yang ditulis oleh seorang motivator muda yang sekaligus pebisnis sukses, Bong Chandra. Bong Chandra dibukunya tersebut menuliskan sesuatu yang membuat saya tertegun dan berpikir. Bong Chandra berkata seperti ini, āIngat konsep ayunan. Ayunan harus bergerak mundur dulu untuk dapat selanjutnya gerakan maju dan membuat gerakan harmonis.ā Nah, terkadang kita seperti itu, tidak mau mengambil langkah mundur karena takut dianggap pecundang atau takut mengambil tindakan mundur itu adalah sesuatu yang salah. Tapi ternyata tidak sepenuhnya demikian. Mundur adalah teknik bertahan sementara untuk mengambil kesuksesan di akhirnya. Saya betul-betul merasakan ini ketika ingat di tim futsal saya dulu, pelatih kami akan betul-betul marah jika kami hanya fokus untuk mencetak gol di depan tanpa mengambil strategi mundur untuk mencari peluang yang sebenarnya bisa didapatkan dengan cara mundur ke daerah bertahan. Mundur membuat kamu dapat memikirkan cara-cara baru yang lebih efektif ketimbang terus maju tapi dengan membawa cara-cara kuno yang tidak bisa dipergunakan lagi. Mundur juga dapat membuat kamu beristirahat sejenak dari problem kamu ketimbang terus bersitegang dengan urat syaraf hanya karena sebuah keegoisan untuk tidak mau mundur dari masalah. Mundurlah ketika kamu merasa membutuhkan mundur, dan majulah ketika kamu sudah kembali siap. Saya pun demikian. Contohnya pada pagi ini, saya merasakan betul-betul tidak bersemangat menjalankan hidup karena ada sebuah kejadian yang membuat saya harus menahan nafas tanda kecewa berat dan seperti kehilangan harapan. Dan yak, dampaknya begitu terasa, saya jadi enggan melakukan apa-apa dan benar-benar tidak ada semangat. Tapi akhirnya saya ingat dengan konsep ini, konsep yang dulu saya pelajari namun kadang suka juga saya lupakan. SAYA HARUS MUNDUR! Mundur untuk dapat kembali melangkah dan mendapatkan kembali semangat yang saya inginkan. Lalu bagaimana cara saya mundur? Saya mundur ke masa lalu, dimana saya mengingat hal-hal menyenangkan bersama orang yang kamu cintai, mengingat betapa indahnya sebuah pencapaian ketika kamu sukses mendapatkannya, mengingat dimana di suatu hari dulu senyummu bisa mengalahkan indahnya sinar matahari. Dan ketika saya mencoba mengangkat dan memvisualisasikan memori-memori indah itu dulu, saya mendapatkan kembali semangat saya, dan saya pada akhirnya bisa menganalisis masalah apa yang sebenarnya terjadi di dalam diri saya yang seharusnya saya hindari. Coba bayangkan jika saya harus terus maju tanpa mau mundur berkunjungā ke masa lalu sejenak, niscaya saat ini saya tidak akan bersemangat untuk menulis dan berbagi cerita kepada teman-teman sebentar. Mundurlah ketika kamu merasa kondisi membuat kamu tertekan, dan majulah ketika keadaan membuatmu tenang untuk jernih mengambil tindakan. Tidak ada yang salah dari sebuah strategi bernama mundur. Bahkan, Islam pun dalam perang memperbolehkan kaumnya untuk mundur dam menyusun strategi ketimbang terus ngotot untuk maju tapi membawa proses bernama gagal. Sekarang majulah kamu ke meja riasmu, dekatkan dirimu untuk bercermin, dan tanyakan pada dirimu sendiri, āSudahkah selama ini saya menurunkan ego untuk mundur? Sudikah saya mundur suatu saat untuk sebuah keberhasilan yang selama ini saya impikan?ā Dan silakan jawab sendiri pertanyaan tersebut. Semoga bermanfaat dan rebut kembali semangat siangmu! š Published by azharikahfi A whole-life-learner and a wanderlust. View all posts by azharikahfi Published July 10, 2011October 22, 2011 Post navigation
Ada kalanya saat anak-anak kita berebut sesuatu, maka yang menjadi kakak atau salah satu diminta untuk mengalah, oleh orang tuanya. Namun bukan dengan omelan atau paksaan, seorang ibu hanya mengkatakan āAnak yang ngalah disayang Allahā. Apa yang terjadi? Kejadiannya malah sang adik dan kakak malah saling memberi āSudah, buat kamu saja, saya mau disayang Allah, saya nanti dapat yang lebih baik dan lebih bagusā. Sebaliknya, sang kakak malah mengatakan āNgak ah buat kamu sajaā. ļBegitu pula dengan kalimat āMundur satu langkah, untuk maju seribu langkahā. Kalimat ini bisa membesarkan hati tidak larut dalam kesusahan yang berkepanjangan, āmelankolisā, namun memberikan semangat optimisme untuk meraih yang lebih bagus dan lebih banyak. Kenyataannya sering terjadi dalam peperangan, seorang panglima perang misalnya menarik mundur pasukannya, untuk kemudian menyusun strategi dan kekuatan baru, untuk menyerang kembali. Kiasan-kiasan, kalimat mutiara itulah yang bila disampaikan oleh seorang ibu, seorang ayah, atau seorang guru, ini dapat membuat anak menjadi termotivasi untuk senantiasa berlaku bijak.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kesabaran ada batasnyaSore itu saat aku lagi sibuk menanam kunyit. Datanglah dia"sedang apa kamu, Ka?" Katanya ibu Rt kami."Aku sedang membersihkan sampah. Sekaligus, menanam kunyit ini" jawabku. "Suruhlah suamimu menanamnya! Dari pada dia berdiri saja". Katanya lagi. "Sudahku suruh tapi dia tidak mau. Sekarang kalau kita perempuan tidak bisa bekerja, maka siap -siap untuk tidak makan. Dan kelaparan". Jawabku"Itu benar sekali. Kalau hanya suami yang diharapkan, bisa puasa siang maam kita. Usir saja suamimu itu. Katanya lagi. Sambil menunjuk suamiku yang berdiri di sebelahku". Katanya."Sontak suamiku menjawab, istri banyak, dan mudah dicari. Kamu hangan atur-atur saya". Kata suamiku."Apa, kamu tak boleh diatur?" Kata bu RT lagi. "Sudah ni, jangan diteruskan". JawabkuBu, Rt itu langsung pergi sambil mengomel sendiri. Pergi ke rumahnya sambil menekurkan kepala. Dan langsung menutup bu Rt pergi, aku marahi suamiku. Kok, tadi di jawab kata Bu Rt? Dia saja, jauh lebih baik dari pada menjawab. Karena ini bisa memperngaruhi kesehatannya, dan juga hubungan kita. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
mundur satu langkah untuk maju seribu langkah